Kadispora Beri Harapan Palsu PPMI Lubuklinggau

Lubuklinggau, BLLG – Purna Prakarya Muda Indonesia ( PPMI) Kota Lubuklinggau dipastikan absen dari Jambore Pemuda Daerah (JPD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022 yang diselenggarakan di Jakabaring Sport Center, Kota Palembang, 17-21 Juni 2022. Dengan kegagalan tersebut tentu membuat jajaran pengurus PPMI Kota Lubuklinggau kecewa berat.

Ketua PPMI Kota Lubuklinggau, EA Africo, menjelaskan jika kepastian tersebut didapatnya usai mendengar langsung penjelasan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Lubuklinggau, Purnomo pada tanggal 24 Mei 2022.

“Ini tentu sangat mengejutkan kami, tiba-tiba pada Tanggal 24 Mei 2022 ada konfirmasi dari Dispora jika Lubuklinggau tidak bisa mengirim peserta di JPD dengan alasan tidak ada biaya. Ini memalukan! Pemberitahuannya juga mendadak sekali. Padahal berbagai persiapan sudah kami matangkan sejak pulang dari JPD 2021” ungkap EA kepada Berita Lubuklinggau, Jum’at (3/7/2022).

Terlihat EA tidak bisa menutupi rasa kesal dan kecewanya, ia menyesalkan mengapa sudah mendekati hari pelaksanaan baru ada konfirmasi jika Lubuklinggau tidak bisa mengirimkan perwakilan.

“Padahal sebelumnya, saat kami audiensi dengan Kadispora Kota Lubuklinggau, Pak Kadis sempat berujar ‘oh ini harus kita dukung, untuk buatkan anggarannya, ke depan kita rebut untuk jadi tuan rumah di tahun 2023’ membuat kami yakin sekali dan semangat untuk menghadapi JPD 2022. Tapi akhirnya malah kecewa,” sambung EA.

EA pun menjelaskan, bahwa sebenarnya Kota Lubuklinggau sudah mendapatkan dukungan dari pihak pengurus provinsi untuk menjadi tuan rumah 2023.

“Namun dengan kejadian ini, kecil kemungkinan Lubuklinggau masuk dalam nominasi kuat sebagai tuan ruma. Apalagi kita sudah terlalu banyak absen di ajang ini,” ungkap EA lagi.

Diketahui sudah lebih dari 3 tahun Lubuklinggau absen dari JPD. Baru pada tahun 2020 dan 2021 Lubuklinggau kembali ikut berpartisipasi, sementara pada tahun 2022 Lubuklinggau kembali absen.

“Kalaupun nanti Lubuklinggau tetap menjadi tuan rumah, pastinya Lubuklinggau kurang pengalaman, karena Lubuklinggau ini absen terlalu lama. Dari tahun 2017, sampai online 2020 baru hadir secara daring, itupun hanya satu perlombaan. Baru bisa hadir lagi secara penuh di 2021, nah tahun ini absen lagi,” ujar EA.

Untuk diketahui, JPD sendiri sebagai salah satu sinkronisasi kegiatan kota/kabupaten dan provinsi di bidang pengembangan pemuda. Peserta sendiri diambil dari putra-putri terbaik masing-masing daerah melalui PPMI kota/kabupaten dengan maksimal mengirimkan 10 orang peserta putra, 10 orang peserta putri dan 5 orang pendamping. Untuk selanjutnya memiliki kesempatan hadir di Jambore Pemuda Indonesia (JPI).

Penulis: Yuyung AnggaraEditor: Rah zainal