Eriyanto Sang Inovator Pengusaha Ikan Salai Dengan Teknologi Pirolisis.

LUBUKLINGGAU, bllg.com- Jika anda berkunjung ke Kota Lubuklinggau , wajib banget untuk mampir di pengolahan ikan salai milik mas Eriyanto ini.

Bertempatnya Di kelurahan sumber agung Kota Lubuklinggau, belum sampai di rumah Produksi saja, hidung kita sudah di manjakan dengan aroma khas ikan asap atau salai ikan.

 

Ikan salai hasil Produksi dengan menggunakan Teknologi Pirolisis

Beliau adalah Mas Eriyanto (44), warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II , Kota LubukLinggau, ikan salai mas Eriyanto siap untuk diolah menjadi masakan yang penuh selera.

 

Eriyanto merupakan lulusan Teknik kimia ini, merintis usaha ikan salai dengan teknologi asap cair Inovator bergerak memulai usaha berbasis teknologi tepat guna.

 

Saat di wawancarai awak media Beritalubuklinggau.com Eriyanto mengatakan” Usaha yang ditekuni dari pengalaman sebagai penggiat tentang antara lain olahan ikan salai, pupuk organik, dan perancangan teknologi tentang perbengkelan”.

 

Lanjut Eriyanto merintis usaha TTG ditahun 2008 Alhamdulillah eksis hingga saat ini, satu satunya hasil temuan alat salai yang menggunakan teknologi pirolisis(asap cair).

 

Berbekal Pengetahuan saya tentang Teknologi Pirolisis saya berinisiatif membuat pengolahan Ikan salai menggunakan Teknologi Asap dan Alhamdulillah banyak peminatnya, pernah juga dapat penghargaan sebagai inovator ditingkat kota kabupaten, propinsi dan sampai kompetisi tingkat nasional ujarnya.

Untuk Alatnya kita produksi sendiri dengan kapasitas produksi alat 200kg ikan segar menjadi salai, dengan waktu penyalaian enam sampai lima belas jam, bentuk alat seperti bak Conteiner ukuran ( 6m x 1,2m x2m) kondisi proses alat mudah dalam pengoperasianya, produk yang dihasilkan lebih baik, segi rasa mempunyai aroma khas sedap, warna lebih cerah tidak pekat (gosong).

 

Pemasaran kami sekitar Kota Lubuklinggau dan secara online di media sosial ,produk salai ada beberapa aitem di antaranya salai orisinal biasa, salai fillet, salai siap saji aneka rasa dapat langsung dikonsumsi tanpa harus digulai dulu.

 

Merintis usaha ikan salai sejak tahun 2017 kondisi usaha sejak pandemi ini sangat menurun, tapi tetap semangat untuk bisa bertahan, Alhamdulilah pembiayaan permodalan, pinjaman KUR perbankan dan bantuan Pemerintah kota Dinas Perikanan Kota Lubuklinggau tutupnya.(*)