DPKPB Gelar Pelatihan Dan Pembentukan Relawan Penanggulangan Bencana

Beritalubuklinggau.com, Lubuklinggau – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) gelar sosialisasi dan pembentukan yang bertemakan Komunikasi Informasi Dan Edukasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Bagi Relawan Penanggulangan Bencana Tingkat Kota Lubuklinggau, di Ruang Pertemuan Hotel Dewinda, Senin, (29/08).

Pelatihan dan pembentukan relawan Pemadam Kebakaran tersebut berlangsung dari 29-30 Agustus 2022, pukul 08:00-16:00 WIB.

Pelatihan tersebut terdiri dari 80 orang yang berasal dari 72 kelurahan dan delapan kecamatan, sedangkan yang mengikuti sosialisasi sebanyak 40 orang perwakilan yang diperkirakan sebagai kategori Kelurahan rawan bencana, seperti Karya Bakti, Sidorejo, Bandung Kiri, Taba Pingin, dan lainnya.

Kepala DPKPB, H. Luthfi Ishak, berharap dengan adannya sosialisasi ini bisa mengembangkan dan meneruskan serta mengajak rekan-rekan masyarakat yang lain agar bisa bekerja sama untuk mengantisipasi menanggulangi bencana.

Ia juga berharap DPKPB lebih maju dan kreatif. Ilmu yang didapatkan dari sosialisasi ini dapat berkesinambungan antara yang mensosialisasi dan relawan sama-sama dapat menguasai medan, serta perlu dibina hubungan antara masyarakat dengan DPKPB.

Selain itu juga Staf Ahli III Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Hendri Hermani mengatakan, kami dari pemerintah Kota Lubuklinggau sangat support sekali sosialisasi ini untuk menambah pengetahuan bagi Relawan sebelum terjun ke lapangan.

“Sehingga mereka minimal telah menguasai bagaimana melakukan tanggap terhadap bencana tanah longsor, banjir, dan segala macam bencana, sehingga mereka dikatakan sudah ada bekal,” katanya.

Kemudian A. Hasian Ritonga, salah satu staf ahli juga menambahkan bahwa, kegiatan ini sangat positif karena dalam pencegahan perlu adanya sosialisasi agar diharapkan dalam penanggulangan bencana peran serta dalam masyarakat merupakan unsur bantuan yang paling utama untuk menanggulangi permasalahan bencana.

“Karena masyarakat yang terdepan dan terdekat, jadi adanya kegiatan sosialisasi ini berarti kita memberikan DPKPB bahwa jika ada bencana mereka akan menjadi garda terdepan,” ucap Ritonga.

(Prety)