Akhirussanah Angkatan III SDIT Mutiara Cendikia LubukLinggau, Berlangsung Khidmat

 

LUBUKLINGGAU, Bllg.com– SDIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau gelar Akhirussanah siswa-siswi Kelas VI Angkatan III Sekolah Dasar Islam Terpadu Mutiara Cendekia (SDIT MC) Tahun Ajaran 2020-2021 sebanyak 77 siswa di Hotel Dewinda Lubuklinggau, Sabtu (12/6/2021).

Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan covid19 yang ketat, sebelum memasukan ruangan terlebih dahulu para siswa- siswi beserta tamu mencuci tangan, menggunakan masker dan tempat duduk yang berjarak.

Kegiatan ini dihadiri juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau H. Dian Chandera, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Erwin Armeidi, Pembina Yayasan  Pendidikan Pelita dan Taqwa Ir. H. Firdaus Aziz, Ketua Yayasan Pendidikan Pelita dan Taqwa Hj Retno Trapsilowati, Dirjen Pendidikan SIT Mutiara Cendekia Umar Diharja, Dewan guru SDIT dan SMPIT Mutiara Cendekia beserta wali murid Kelas VI dan tamu lainnya.

Dalam kesempatan ini, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Mutiara Cendekia juga melakukan MoU dengan Cambridge University Press, Inggris. Serta memberikan reward untuk siswa-siswi yang berprestasi akademik, tahfidz dan the best habbit.

Ketua Yayasan Pendidikan Pelita dan Taqwa, Hj Retno Trapsilowati dalam sambutannya mengatakan,”Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai siswa-siswi sesama sekolah, dimana dapat lulus menyelesaikan studynya dan ini merupakan langkah awal dalam menampak pendidikan yang lebih tinggi lagi,”katanya.

“Kalian telah menyelesaikan Pendidikan tingkat SD, jangan merasa puas sampai disini. Namun, terus belajar untuk kejenjang berikutnya karena tidak ada kata berhenti untuk belajar, dan semoga apa yang diinginkan tercapai,”ungkap Hj Retno Trapsilowati.

“Kami berpesan kepada anak-anak untuk menjaga hapalannya dan terus bermurojaah dan tetap ukir prestasi dimanapun berpijak, untuk membanggakan keluarga Serta SDIT Mutiara Cendekia,”katanya.

Hj Retno Trapsilowati mengucapkan terima kasih pada guru dan orangtua yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh kesungguhan. Serta menyampaikan, bahwa SDIT Mutiara Cendekia terus berinovasi, untuk meningkatkan mutu Pendidikan dengan terus bekerjasama dengan beberapa pihak, salah satunya Cambridge University Press, Inggris.

“Semua ini, guna melahirkan generasi mandiri, cerdas dan soleh,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Sulaiman Kohar mengucapkan selamat pada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikannnya di SDIT Mutiara Cendekia dan kami berpesan, agar terus melanjutkan pendidikan dan tetap semangat dalam menggapai cita-citanya.

Wawako menambahkan dalam proses Akhirussanah ini, saya mendengar bagaimana cita-cita anak-anak ada yang ingin menjadi, pimpinan Ponpes, BIN, TNI, Polisi, petugas damkar, chef dan lainnya. Ini cita-cita yang sangat mulia dan bukti bahwa pemikirannya sudah maju kedepan, Kami doakan Semoga tercapai,”jelasnya.

Lanjutnya, Wawako juga mengucapkan terima kasih pada orangtua yang senantiasa membimbing anak-anaknya hingga mampu menyelesaikan pendidikannya. Serta terima kasih, pada Ketua Yayasan beserta jajaran yang
Ikut serta mencerdaskan anak bangsa, dengan membekali ilmu pengetuan pada anak-anak.

Dirjen Pendidikan SIT Mutiara Cendekia Umar Diharja mengatakan,”Alhamdulillah SDIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau gelar Akhirussanah siswa-siswi Kelas VI Angkatan III Sekolah Dasar Islam Terpadu Mutiara Cendekia (SDIT MC) berjalan dengan lancar dan mudah-mudahan anak yang lulus ini menempuh ke jenjang lebih tinggi lagi dan semoga istiqomah dalam menghapal Alqur’an,”katanya.

Dikatakannya, selain itu anak-anak tidak menjadi anak yang cerdas dalam pendidikan akan tetapi berakhlakul karimah dan Alhamdulillah kita telah melakukan MoU dengan Cambridge University Press, Inggris dan mudah-mudahan di Tahun Ajaran Baru ini kita akan melaksanakan kurikulum program ini disetiap jenjang mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 9 SMPIT.

“Mudah-mudahan anak-anak yang lulus di Mutiara Cendekia ini berwawasan globar dan berstandar Internasional dan untuk kurikulum ini akan mengadopsi kurikulum Inggris, jadi tahapan awal kita akan mengganti pembelajaran Bahasa Inggris dengan kurikulum Cambridge namun nanti kita akan mengikuti pola tahapannya mulai dari Bahasa Inggris, Matematika dan Sains,”tutupnya.(*)