Universitas Terbuka Gelar Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ)

Lubuklinggau, BLLG – Universitas Terbuka Pokjar Lubuklinggau, Salut Silampari serta Pokjar Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara) mengikuti Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ).

Ada sekitar 300 mahasiswa baru mengikuti PKBJJ yang dilaksanakan pada Sabtu – Minggu, 24 – 25 September 2022 di Hotel Dewinda Kota Lubuklinggau dan dibuka langsung oleh Walikota Lubuklinggau melalui staf ahli III Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Hendri Hermani, dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, Yulianti.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari layanan kesiapan pendukung kesuksesan belajar jarak jauh mahasiswa. Ada beberapa kegiatan di dalamnya seperti orientasi studi mahasiswa baru, PKBJJ, dan workshop tugas.

Direktur Universitas Terbuka Palembang, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si yang dalam hal ini diwakili oleh Steven Anthony, S.IP., M.Si mengatakan belajar jarak jauh harus dilatih dan diterapkan bagi mahasiswa baru.

“Dari yang biasanya kita tatap muka tiba-tiba harus belajar mandiri secara jarak jauh maka dari itu harus kita latih. Inilah kegiatan kita hari ini agar mahasiswa itu mampu menerapkan bagaimana pembelajaran jarak jauh sesungguhnya yang dilaksanakan oleh UT,” ucap Steven.

“Meskipun jarak jauh tapi ada tutorial tatap muka, jadi tetap belajar Sabtu-Minggu selama 8 kali pertemuan mereka melaksanakan kegiatan layaknya kampus lain,” lanjut Steven.

Ada 2 skema yang akan dilaksanakan UT ke depan, pertama yaitu daring karena dilihat kelas yang domisilinya banyak jauh, kedua yaitu hybrid 4x pertemuan daring dan 4x pertemuan luring. Teruntuk semester 1 & 2 menggunakan daring, dan semester 3 sampai seterusnya luring.

Steven berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau serta teman-teman di sentra layanan UT kawasan Lubuklinggau dan sekitarnya bisa bersinergi, menambah jumlah mahasiswa, dan makin memberikan akses pendidikan tinggi bagi semua warga terutama di Kota Lubuklinggau, Mura, dan Muratara.

“Meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi yang masih sangat rendah bahkan di bawah 30%, sama-sama bersinergi, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), outputnya masyarakat semakin sejahtera,” tutup Steven. (pgp)