Lubuk Linggau –Bunda PAUD Kota Lubuk Linggau, Hj. Risca Priba Ayu, menegaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Lubuk Linggau, merupakan langkah konkret dalam menjaga warisan budaya agar tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Ramadan Ceria dalam rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Kota Lubuk Linggau yang digelar di Masjid Agung As-Salam, Selasa (24/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Hj. Risca Priba Ayu hadir didampingi Ketua Pokja PAUD, Hj. Mipta Hulummi.
Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.
“Bahasa adalah jati diri. Ketika anak-anak kita sejak dini dikenalkan dan dibiasakan menggunakan bahasa daerah, maka sesungguhnya kita sedang menanamkan generasi Lubuk Linggau yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter,” ungkapnya.
Ia menilai, saat ini penggunaan bahasa daerah mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi. Oleh karena itu, peran orang tua serta tenaga pendidik menjadi sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
“Kita harus tetap melestarikan bahasa daerah, sambil tetap mengajarkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada anak-anak. Dengan demikian, ketika kelak mereka merantau ke mana pun, mereka masih mengenal dan memahami bahasa daerahnya sendiri,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hj. Risca Priba Ayu juga menyampaikan apresiasi kepada HIMPAUDI Kota Lubuk Linggau yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sejak usia dini.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, serta para pendidik PAUD sangat penting dalam mendukung penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak.
“Semoga kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan para pendidik PAUD terus ditingkatkan. Apalagi kegiatan ini sangat selaras dengan peran Bunda PAUD dalam memastikan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecintaan terhadap budaya, serta penguatan identitas daerah,” pungkasnya. (*)




