Kreatif! Mahasiswa STIEBI Prana Putra Mengolah Biji Karet Menjadi Cemilan Unik

Lubuklinggau, BLLG – Selama ini biji karet yang tersebar di kebun-kebun karet masyarakat Kota Lubuklinggau hanya menjadi limbah organik dan tidak dilirik oleh orang kebanyakan karena dianggap tidak dapat diolah menjadi apapun. Namun, tahukah kamu ternyata biji karet bisa dijadikan sebuah cemilan yang enak, gurih, dan gampang dibuat.

Olahan makanan dari biji karet inilah yang menjadi salah satu kreativitas dari para Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis (STIEBI) Prana Putra yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, yang tergabung dalam Kelompok 4.

Adalah KEJIRET, nama produk andalan Kelompok 4 KKN STIEBI Prana Putra yang diolah dari limbah biji karet. KEJIRET sendiri merupakan akronim dari Kerupuk Biji Karet. Seperti namanya, olahan ini berbentuk kerupuk yang tentu saja akan sangat cocok menjadi cemilan menemani kalian yang sedang membaca Berita Lubuklinggau.

Saat diwawancarai Berita Lubuklinggau, salah satu perwakilan Kelompok 4 KKN STIEBI Prana Putra, Jojo Puan, menjelaskan bahwa program tersebut tercetus ketika ia dan kelompoknya melihat banyak kebun karet yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat sekitar, dan banyaknya biji karet yang hanya terbuang begitu saja.

“Akhirnya kami memutar otak berkreasi sekreatif mungkin untuk mengolah biji karet ini menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan. Setelah melakukan percobaan dengan mendapatkan referensi dari berbagai sumber, akhirnya terciptalah sebuah kerupuk berbahan dasar biji karet yang diberi nama KEJIRET (Kerupuk Biji Karet),” terang Jojo, Selasa (06/09/2022).

Bahkan, kini KEJIRET memiliki dua varian rasa, original dan rasa pedas. KEJIRET juga lahir untuk membuat makanan cemilan sehat bagi anak-anak dan dewasa.

KEJIRET ini memiliki rasa seperti Kerupuk Jengkol namun tanpa bau yang kadang tidak disukai sebagian orang serta memiliki rasa khas yang timbul dari biji karet itu sendiri.

Jojo juga berharap kerupuk buatan kelompoknya dapat dikembangkan lebih jauh lagi, dan bisa diproduksi secara home industri sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Semoga produk ini bisa menjadi pilihan untuk menciptakan UMKM baru dan mengambil peran dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutup Jojo.