Disebut “Plin-Plan” Ini tanggapan Ketua ESI Lubuklinggau

 

LUBUKLINGGAU,Bllg – Ketua Umum E-Sport Indonesi (ESI) Lubuklinggau, Peter vandel sangat kecewa atas statment “plin-plan”. Sebelumnya diberitakan bahwa Ketua ESI Lubuklinggau Terkesan Plin Plian disalah satu media terkait keikutsertaan anggota ESI Lubuklinggau pada kegiatan tournament E-Sport yang di adakan oleh ESI Bengkulu di Provinsi Bengkulu.

Peter mengaku sangat kecewa, karena pemberitaan tersebut tidak mengkonfirmasi ia terlebih dulu. Peter membenarkan Bahwa ada pihak wartawan yang ingin menemuhinya, namun karena ada kegiatan, jadi belum bisa ditemui.

“Bukan tidak mau ketemu, tapi memang hari ini lagi keliling sekolah, dalam rangka pembukaan perlombaan E-Sports antar pelajar,” katanya.

Kemudian Peter menjelaskan ada beberapa point penting yang perlu diluruskan terkait pemberitaan tersebut.
1. Perlombaan yang diadakan ESI Bengkulu bersifat OPEN (terbuka) bukan resmi pemerintahan yang mengharuskan seluruh ESI kab atau kota mengikuti perlombaan ini seperti Porprov. Dan disini ESI Lubuklinggau mengeluarkan dana pribadi bukan dari Pemkot, KONI, atau Dispora
2. ESI Lubuklinggau sudah menyiapkan mess atau tempat tinggal di Bengkulu dan uang transport serta akomodasi dari kantong pribadi Peter selaku Ketua ESI.
3. ESI Lubuklinggau tidak menyanggupi karena ortu murid meminta penginapan hotel berbintang dan makan yg mewah.
4. ESI Lubuklinggau meminta maaf apabila menyinggung perasaan ortu murid, tapi niat baik ESI untuk menanggung keberangkatan sudah sangat baik dalam transport dan akomodasi
5. ESI Lubuklinggau tidak pernah meminta pungutan biaya. 50rb itu bukan untuk ESI, tapi pergantian nickname dalam game dan itu diwajibkan.
6. ESI Lubuklinggau membenarkan 30% untuk kas apabila menang, dikarenakan ini untuk organisasi yang kedepannya untuk biaya operasional perlombaan-perlombaan selanjutnya.
7. ESI Lubuklinggau disini sudah mau menitipkan uang transport dan akomodasi tapi ditolak oleh ortu player.
8. ESI Lubuklinggau cuma menawarkan ikut lomba mewakili ESI Linggau, tapi anak yang disebut tadi bukan Atlet resmi ESI Lubuk Linggau. ESI hanya menawarkan kesempatan karena mereka pernah menang diperlombaan ESI sebelumnya.
9. Pendaftaran perlombaan senilai Rp. 150.000 pun ESI mengeluarkn dari dana pribadi tidak meminta kepada ortunya dan player. (*)