Cegah Makanan Busuk, Dinkes Lubuklinggau Minta Dapur MBG Terapkan SOP Ketat

LUBUKLINGGAU–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau terus memperketat pengawasan dan edukasi terkait penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Satuan Pelayanan Pemberian Makanan Bergizi (SPPG) sebelum dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dioperasikan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi, mengatakan bahwa penguatan pemahaman SOP menjadi fokus utama agar seluruh dapur MBG bisa berjalan aman dan sesuai standar Pemerintah Pusat.

 

“Sekarang kita tengah berupaya, dengan bertambahnya jumlah dapur, kita selalu memonitor pemahaman mereka tentang SOP,” ujar Erwin saat dihubungi, Minggu (5/10/2025).

 

14 Dapur Siap Operasi, 3 Sudah Berjalan Sejak Februari

 

Dari target 25 dapur MBG di Kota Lubuklinggau, hingga saat ini baru 14 dapur yang siap beroperasi. Tiga di antaranya sudah mulai berjalan sejak Februari.

“Baru 14 dapur, tiga sudah jalan sejak Februari. Masih kita lakukan pembenahan sambil bertahap mengoperasikan yang lain,” jelas Erwin.

Ia menegaskan bahwa selama proses berjalan belum ditemukan kendala besar, kecuali kasus viral penemuan ulat pada buah di SD Negeri 42 beberapa waktu lalu. Namun pihak penyedia langsung mengganti bahan yang bermasalah.

 

Instruksi Tegas: Jangan Masukkan Buah Busuk

Untuk mencegah kesalahan serupa, Erwin menekankan bahwa seluruh penjamah makanan — mulai dari pencuci alat, pengolah bahan, hingga bagian finishing — wajib mengikuti SOP secara disiplin.

 

“Kalau buah jeruk harus dilap, ya dilap. Tidak boleh ada pengecualian. Dan jangan pernah coba-coba memasukkan buah yang busuk, meskipun kelihatannya masih bagus,” tegasnya.

 

Pemkot Siapkan Satgas Pengawasan MBG

Sebagai langkah pengawasan tambahan, Pemerintah Kota Lubuklinggau berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengawal Program MBG. Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat (Yoppy Karim), mengatakan Satgas ini bertugas melakukan deteksi dini atas kualitas makanan sebelum sampai ke sekolah-sekolah.

 

“Kita akan membuat Satgas pengawasan MBG. Dari Mendagri juga menekankan pentingnya screening dini saat makanan tiba di sekolah,” ujar Wali Kota. (*)

error: Maaf Konten Di Proteksi