Lubuklinggau–Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kembali meningkat sepanjang tahun 2025. Hingga November 2025, tercatat 296 warga terjangkit, dan satu pelajar meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi, menjelaskan bahwa jumlah tersebut masih bersifat sementara karena tahun 2025 belum berakhir.
“Total sampai November ada 296 kasus. Januari 44, Februari 35, Maret 29, April 32, Mei 36, Juni 33, Juli 29, Agustus 38, dan September 20 kasus,” ujar Erwin kepada wartawan.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024, yang mencatat 284 kasus DBD. Tahun ini, hingga September saja sudah melampaui jumlah tersebut.
Dari total kasus yang tercatat, satu orang pelajar di Lubuklinggau meninggal dunia pada April 2025. Kejadian itu terjadi di wilayah Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.
“Korban terlambat dibawa ke rumah sakit. Saat tiba, kondisi sudah memasuki stadium tiga sehingga tidak tertolong,” jelas Erwin.
Dinkes Tingkatkan Antisipasi
Erwin memastikan Dinkes terus melakukan langkah pencegahan dan pengendalian untuk menekan angka penyebaran DBD, mulai dari sosialisasi hingga fogging di wilayah dengan temuan kasus tinggi.
“Antisipasi terus kita lakukan. Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola 3M (menutup, menguras, dan mengubur) sudah berjalan,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika terdapat warga yang mengalami gejala mengarah ke DBD atau jika lingkungannya dipenuhi sarang nyamuk.
“Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat petugas kami bisa menindaklanjuti,” tegasnya.
Erwin berharap partisipasi masyarakat dapat terus meningkat agar penyebaran DBD di Kota Lubuklinggau bisa ditekan secara maksimal. (*)




