LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota Lubuk Linggau terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal penyediaan tempat tinggal yang layak huni. Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa pada tahun 2030 mendatang ditargetkan tidak ada lagi warga Kota Lubuk Linggau yang tinggal di rumah tak layak huni (RTLH).
Hal itu disampaikannya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan untuk masyarakat, di RT 02 Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Jumat (19/9/2025).
“Insya Allah, tahun 2030 nanti kita ingin seluruh masyarakat Lubuk Linggau tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Tahun depan saja, kita sudah menyiapkan usulan perbaikan 150 unit rumah yang kondisinya masih masuk kategori RTLH,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program bedah rumah tersebut tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Lubuk Linggau, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, hingga pihak swasta. Bahkan warga yang tidak masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) pun akan diupayakan mendapat perhatian.
“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bentuk nyata keberpihakan pemerintah bagi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, kita optimis target 2030 bisa tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Lubuk Linggau, Febrio Fadilah, dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi terkini jumlah rumah tak layak huni di wilayah Lubuk Linggau.
“Hingga sekarang, masih ada sekitar 743 unit RTLH yang tercatat. Namun secara bertahap, jumlah itu akan terus berkurang seiring pelaksanaan program pembangunan rumah yang setiap tahun kita jalankan,” jelasnya.
Untuk tahun 2025 ini, kata Febrio, sebanyak 76 unit rumah akan segera dibangun. Dari jumlah tersebut, 50 unit bersumber dari APBD Kota Lubuk Linggau, 25 unit bantuan dari BAZNAS, serta 1 unit berasal dari Pengembang Indonesia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, serta pihak swasta, diharapkan seluruh masyarakat Kota Lubuk Linggau bisa merasakan manfaatnya.
“Harapan kita, tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Semua harus merasakan kesejahteraan dan kenyamanan tempat tinggal, sesuai visi Lubuk Linggau Juara,” pungkasnya. (*)




