Masyarakat Batu Urip Antusias Sambut Reses II Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Siska Novitasari, SM., MM.

LUBUKLINGGAU – Suasana penuh hangat dan antusiasme terlihat di Kelurahan Batu Urip ketika Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Siska Novitasari, SM., MM., menggelar kegiatan Reses II tahun 2025. Agenda ini merupakan bagian penting dari tugas wakil rakyat dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan Lubuklinggau Utara II. Pada Minggu (31/08/25)

 

Acara reses juga dihadiri sejumlah tokoh tokoh masyarakat dan warga Batu Urip. Lurah Batu Urip diwakili oleh Ketua RT 05, Hengky Remora, M.pd serta turut hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bukti tingginya harapan warga terhadap wakil rakyat yang berasal dari daerah mereka sendiri.

 

Ketua RT 05 Batu Urip, Hengky Remora, M.Pd., yang juga hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa bangganya karena salah satu putri daerah Batu Urip kini duduk di kursi legislatif dan siap memperjuangkan kepentingan masyarakat.

 

“Kami sangat bersyukur dan bangga memiliki wakil rakyat yang benar-benar berasal dari Batu Urip. Kehadiran Bu Siska bukan hanya membawa semangat baru, tetapi juga memberikan harapan besar agar aspirasi kami dapat diperjuangkan dengan sungguh-sungguh di tingkat DPRD,” ujarnya penuh harap.

 

Dalam forum dialog yang berlangsung hangat, warga Batu Urip menyampaikan berbagai usulan yang menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan mereka. Beberapa di antaranya meliputi pemasangan lampu penerangan jalan yang lebih memadai untuk menjamin keamanan warga di malam hari, perbaikan siring yang selama ini menjadi permasalahan klasik di wilayah tersebut, serta pengajuan pembangunan lapangan olahraga sebagai sarana pembinaan generasi muda.

 

Menanggapi aspirasi tersebut, Siska Novitasari dari Anggota DPRD dari Fraksi PKB menyatakan bahwa dirinya akan mencatat seluruh masukan yang disampaikan dan berupaya maksimal memperjuangkannya dalam pembahasan paripurna di DPRD.

 

“Semua aspirasi ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun program yang tepat sasaran. Reses bukan hanya sekadar formalitas, tetapi momentum penting untuk mendengar suara masyarakat secara langsung dan menyampaikannya ke tingkat kebijakan,” ungkap Siska dengan penuh komitmen.

 

 

Kegiatan reses yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana warga secara terbuka menyampaikan keluhan maupun harapan mereka terkait pembangunan di Batu Urip. Suasana keakraban antara wakil rakyat dan masyarakat menambah kesan positif dari acara ini, menunjukkan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan dalam pembangunan daerah.

 

Dengan berakhirnya Reses II ini, masyarakat Batu Urip menyimpan harapan besar bahwa aspirasi mereka tidak hanya berhenti di meja pembahasan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang nyata. (**)

error: Maaf Konten Di Proteksi